MITRA, ObjekBerita.id– Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) menggelar Rapat Paripurna Istimewa DPRD dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-19 berdirinya daerah tersebut, Senin (25/5/2026), bertempat di Soekarno Legislative Hall, Ratahan.
Acara berlangsung khidmat dan meriah, dihadiri unsur pimpinan daerah, tokoh masyarakat, para pejuang pemekaran, serta para undangan dari berbagai kalangan.
Bupati Mitra Ronald Kandoli tampak hadir didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Mitra, Ibu Stefa Kandoli Antou. Turut mendampingi Wakil Bupati Fredy Tuda bersama Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Mitra, Ibu Sandra Tuda Kindangen, S.Th, M.Pd. Rapat paripurna ini dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Mitra, Sophia Antou, SE, didampingi Wakil Ketua Tonny H. Lasut, S.ST, dan Wakil Ketua Katrien Mokodaser, SE.
Kehadiran perwakilan pemerintah provinsi dan sebagian kepala semakin melengkapi momen bersejarah ini. Gubernur Sulawesi Utara diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdaprov Sulut, Dr. Denny Mangala, M.Si. Hadir pula Bupati Minahasa Selatan Frangky Wongkar, SH, Ketua DPRD Bolaang Mongondow Utara Frangky Chandra, Ketua DPRD Bolaang Mongondow Timur Samsudin Dama, serta perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara dan Kabupaten Minahasa. Selain itu, tampak hadir unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Mitra, yakni Kapolres Mitra AKBP Handoko Sanjaya, Kejari Minahasa Selatan Albertus Roni Santiso, SH, MH, Dandim 1302 Minahasa Letkol Inf. Bonaventura Ageng Santoso, Sekretaris Daerah David H. Lalandos, AP, MM, para pejabat tinggi daerah, tokoh masyarakat Dr. dr. Maxi Rein Rondonuwu, DHSM, MARS, Drs. Ronny Gosal, M.Si, para pejuang pemekaran daerah, serta para pemangku kepentingan lainnya.
Dalam sambutan utamanya, Bupati Ronald Kandoli menegaskan bahwa peringatan hari jadi ke-19 ini bukan sekadar seremoni, melainkan memiliki tiga makna utama: Retrospektif (melihat masa lalu sebagai fondasi), Introspektif (mengevaluasi realita hari ini), dan Prospektif (mendesain masa depan yang lebih gemilang).
“Kita tidak boleh melupakan sejarah. Berdirinya Kabupaten Minahasa Tenggara 19 tahun lalu merupakan hasil dari tetesan keringat dan pengorbanan besar para tokoh pejuang pemekaran daerah. Tanpa semangat dan perjuangan mereka, kita tidak akan berdiri di sini hari ini. Saya sampaikan apresiasi tertinggi dan penghormatan mendalam kepada para pendahulu dan mantan kepala daerah atas warisan semangat pengabdian yang telah diturunkan kepada kita,” tegas Bupati Kandoli.
Bupati Kandoli dengan bangga memaparkan deretan capaian gemilang yang berhasil ditorehkan Kabupaten Mitra dalam kurun waktu 2025 hingga awal 2026, baik di tingkat provinsi maupun nasional. Di bidang tata kelola pemerintahan dan integritas, Mitra mencatatkan rekor membanggakan:
Satu-satunya Kabupaten penerima Penghargaan Kabupaten Anti Korupsi dari KPK RI
Peringkat 1 se-Sulawesi Utara pada Penilaian MCP KPK Tahun 2025
Nilai Sistem Pengendalian Intern (SPI) tertinggi di Sulut dengan skor 81,12 (Kategori Integritas Tinggi, Potensi Korupsi Rendah)
Terbaik 1 Universal Coverage Jamsostek Paritrana Award
Penghargaan UHC (Jaminan Kesehatan Nasional) Kategori Pratama
“Prestasi ini menjadi bukti bahwa tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel bukan sekadar wacana, tetapi sudah menjadi budaya kerja seluruh jajaran Pemkab Mitra,” ujar Kandoli.
Data kinerja pembangunan hingga akhir 2025 menunjukkan pergerakan positif yang signifikan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) naik dari 73,68 menjadi 74,28. Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) mengalami lonjakan tajam dari 66,12% menjadi 77,88%. Sementara itu, Angka Kemiskinan berhasil ditekan secara nyata dari 11,72% turun menjadi 10,31%.
Di sektor pendidikan, Pemkab Mitra melakukan terobosan berani dengan memangkas anggaran birokrasi seperti rapat seremonial, alat tulis kantor, perjalanan dinas, dan bimbingan teknis. Anggaran tersebut dialihkan langsung untuk pembangunan fisik, sehingga sepanjang tahun 2025 berhasil membangun dan merenovasi 137 unit gedung sekolah di seluruh wilayah.
Fokus pembangunan juga diarahkan pada penyelesaian infrastruktur vital, antara lain:
Pelebaran jalan dan trotoar di ibu kota Ratahan
Penyelesaian Jalan Belang–Moreah, Jalan Tombatu–Silian, serta akses strategis Ratatotok–Tonsawang–Mundung
Perluasan jaringan air bersih (SPAM) dan jaringan irigasi pertanian
Sektor kesehatan juga mendapatkan perhatian besar. RSUD Mitra Sehat resmi naik status dari Tipe D menjadi Tipe C. Saat ini sedang diproses perizinan pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (LABKESMAS) ke Kementerian Kesehatan RI. Pelayanan publik semakin lengkap dengan peluncuran layanan darurat Call Center 112 serta penambahan armada pemadam kebakaran.
Selaras dengan program prioritas Presiden RI, Pemkab Mitra telah mengoperasikan 4 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) dan sedang merampungkan pembangunan 6 dapur tambahan yang akan menjangkau wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar).
Sebagai bentuk pelestarian identitas dan pengembangan ekonomi kreatif, Kabupaten Mitra telah meluncurkan Batik Mitra dan Batik Stefa yang kini menjadi ikon budaya baru daerah. Di bidang birokrasi, Mitra menjadi pelopor di Sulawesi Utara dalam penerapan sistem digitalisasi menyeluruh, antara lain lewat aplikasi Mitra Tax, SP2D Online, serta menjadi kabupaten pertama yang menerapkan digitalisasi Barang Milik Daerah (e-BMD, SIA-Persediaan, Si-Kendis, e-Rekon, dan e-RKBMD).
Di akhir sambutannya, Bupati Ronald Kandoli mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) bahwa jabatan adalah amanah untuk melayani, bukan dilayani. Beliau juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menutup masa lalu politik dan bersatu demi kemajuan daerah.
“Momentum hari jadi ke-19 ini adalah saat yang tepat untuk merajut kembali tali persaudaraan. Mari buang perbedaan, mari bersatu padu. Satu Cita, Satu Jiwa, kita bangun Minahasa Tenggara yang maju, mandiri, berdaulat, dan sejahtera,” pungkas Bupati Kandoli disambut tepuk tangan meriah seluruh hadirin.
(Peliput: Jimmy R)







