“Kata Yesus kepadanya: Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?”
(Yohanes 20:15)
ObjekBerita.id – Mengapa, Engkau Menangis?
Pertanyaan berasal dari Tuhan Yesus sendiri, mengapa engkau menangis ibu?
Pertanyaan yang merupakan kalimat pertama dari mulut Tuhan Yesus, saat Ia bangkit dari antara orang mati.
Kalimat Tuhan Yesus yang mengatakan “mengapa engkau menangis Ibu?” memiliki makna yang dalam.
1. Membuktikan bahwa Ia peduli dengan air mata.
Menunjukkan sifat Allah yang sangat dominan bahwa Allah adalah Pengasih dan Penyayang (Mazmur 103:8).
Allah iba dengan segala masalah, pergumulan dan kesusahan umatNya yang membuat mereka cucurkan air mata.
Air mata umatNya, Ia jadikan korban yang harum (Mazmur 51:19).
Bahkan Ia menganjurkan untuk mengoyak hati dan bukan pakaian saat datang kepada-Nya karena Ia tidak tahan melihat air mata (Yoel 2:13).
Tuhan Yesus membuktikan hal yang sama dalam pelayananNya. Ia menangis di kubur Lazarus (Yohanes 11:35), Ia menangisi Yerusalem (Lukas 19:42).
Ia menjadikan diriNya, alamat dari tiap tetesan air mata (Matius 11:28).
Ia tidak akan mengizinkan air mata mewarnai Kerajaan-Nya (Wahyu 7:17).
2. Berkaitan dengan apa dan siapa yang kita cari.
Apa dan siapa yang kita cari, dapat mengubahkan sukacita atau air mata. Allah melarang kita mencari pertolongan pada suatu tempat (Amos 5:5), atau pada seseorang (2 Tawarikh 32:8) atau pada canggihnya peralatan perang dan kuda serta keretanya (Yesaya 31:1).
Karena semuanya itu akan mengecewakan, tetapi jika kita andalkan Tuhan, Dia tidak mengecewakan kita (Yesaya 31:3).
Alkitab menganjurkan kita mencari Tuhan (Amos 5:4), selagi ada kesempatan (Yesaya 55:6), di atas se-gala2nya (Matius 6:33).
3. Air mata bukanlah masalah utama, tetapi bagaimana membalas kasih Tuhan.
Para wanita yang datang ke kubur, bukan untuk menangis.
Karena itu bukan tujuan utama mereka.
Tetapi mereka mau membalas kasih Tuhan Yesus yang telah menolong mereka, selama Ia berada bersama mereka.
Kita semua berhutang kepada Tuhan. Hutang budi, karena kebaikanNya bagi kita (Mazmur 34:9), dan hutang nyawa karena Ia telah menebus kita dari dosa (Ibrani 9:15).
Kalimat Pemazmur kiranya menjadi doa kita: “Bagaimana akan kubalas kepada Tuhan segala kebaikan-Nya kepadaku? (Mazmur 116:12). Balaslah kasih Tuhan dengan air mata.
Amin
Tuhan Yesus Memberkati
HenceKaramoy







