AMURANG, ObjekBerita.id — Udara hangat yang menyelimuti kawasan Amurang siang itu menjadi saksi lahirnya komitmen baru pengawalan demokrasi di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel).
Jajaran pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Minsel menggelar audensi strategis ke Kantor Bawaslu Minsel guna memperkuat sinergi pengawasan politik lokal maupun nasional.
Pertemuan yang berlangsung penuh keakraban tersebut dipimpin langsung oleh Ketua PWI Minsel Tamura Watung, didampingi Wakil Ketua OKK Adolof Mamoto, Sekretaris Wenly Kawengian, dan Bendahara Devy Karamoy.
Turut hadir mendampingi delegasi, Wakil Ketua PWI Sulawesi Utara yang juga Penasehat PWI Minsel, Douglas Panit.
Kedatangan para insan pers ini disambut hangat oleh Ketua Bawaslu Minsel, Eva Keintjem.
Dalam keterangannya, Eva menyampaikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif kolaboratif yang ditunjukkan oleh PWI Minsel.
“Pers merupakan mitra krusial Bawaslu dalam mengedukasi masyarakat sekaligus menjadi kontrol sosial pengawasan Pemilu,” ungkap Ketua Bawaslu Minsel.
Sementara, Ketua PWI Minsel, Tamura Watung, menegaskan bahwa insan pers memiliki panggilan moral untuk aktif menjaga iklim demokrasi tetap sehat.
“Sebagai pilar keempat demokrasi, pers bertanggung jawab menyajikan informasi yang objektif, transparan, dan mencerdaskan publik di tengah dinamika politik yang berkembang,” ucap Ketua PWI Minsel.
Sebagai tindak lanjut nyata dari dialog tersebut, Bawaslu Minsel dan PWI sepakat menyusun serangkaian kegiatan edukatif melalui forum diskusi, sosialisasi, hingga Focus Group Discussion (FGD) tematik.
Beberapa isu strategis yang siap dibedah bersama antara lain Persiapan Tahapan Pemilu 2029: Membaca arah dan dinamika politik sejak dini.
Selain itu, Implikasi Putusan Mahkamah Konstitusi (MK): Mengurai dampak keputusan strategis MK terhadap penyelenggaraan pemilu di tingkat nasional dan daerah.
Serta, Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB): Mengawal ketepatan hak pilih warga di Minahasa Selatan.
“Salah satu poin paling krusial dari pertemuan ini adalah rencana peluncuran program Waras Pemilu (Wartawan Pengawas Pemilu),” tambah Penasehat PWI Minsel.
Program inovatif ini, kata dia, dirancang untuk mengintegrasikan fungsi pengawasan partisipatif pers secara formal dalam mengawal seluruh tahapan demokrasi.
“Melalui sinergi kuat ini, Bawaslu dan PWI Minsel optimistis dapat membentuk benteng pertahanan masyarakat dari gempuran berita bohong (hoax), disinformasi, dan narasi provokatif di era digital,” ungkapnya.
Langkah awal yang dibangun di Amurang ini menjadi momentum penting untuk mewujudkan iklim politik Minahasa Selatan yang bersih, bermartabat, transparan, serta berorientasi penuh pada kepentingan masyarakat.
TamuraWatung












