MINAHASA SELATAN, ObjekBerita.id – Agenda Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Minahasa Selatan besok, Selasa (19/5/2026), dipastikan bakal berbobot.
Panitia pelaksana mengkonfirmasi kehadiran tokoh pers nasional asal Sulawesi Utara, Mercys Charles Loho, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Direktur I Satgas Anti Hoaks PWI Pusat, sebagai salah satu narasumber utama.
FGD yang mengusung tema “Mewujudkan Pers Sehat, Profesional, dan Beretika di Kabupaten Minahasa Selatan untuk Pembangunan Daerah yang Berkelanjutan” ini akan dilaksanakan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Minahasa Selatan.
Kehadiran Satgas Anti Hoaks PWI Pusat dinilai sangat relevan dengan tantangan ekosistem informasi lokal saat ini.
Ketua PWI Minahasa Selatan, Yens Watung, mengungkapkan bahwa kehadiran Mercys Charles Loho merupakan langkah strategis untuk memberikan edukasi tingkat tinggi, tidak hanya bagi jurnalis tetapi juga bagi jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan dan elemen masyarakat.
“Arus digitalisasi membawa tantangan besar berupa menjamurnya hoaks dan disinformasi. Dengan hadirnya Wakil Direktur I Satgas Anti Hoaks PWI Pusat, Bung Mercys Loho, kita akan mendapatkan pemaparan komprehensif mengenai bagaimana metode mendeteksi, menangkal, dan memerangi hoaks secara profesional sesuai dengan koridor jurnalistik,” ujar Yens, Senin (18/5/2026).
Menurut Yens, pers di Minahasa Selatan harus mengambil peran di garda terdepan sebagai clearing house atau rumah penjernih informasi di tengah derasnya isu-isu yang belum terverifikasi di media sosial.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Adolof Mamoto, menambahkan bahwa kehadiran figur dari PWI Pusat ini telah memicu antusiasme yang tinggi dari para calon peserta.
Forum ini diharapkan melahirkan rekomendasi konkrit terkait sinergi regulasi lokal dan gerakan anti hoaks nasional.
“Bung Mercys Loho memiliki rekam jejak panjang di dunia pers dan dipercayakan menakhodai Satgas Anti Hoaks di level pusat. Kami bersyukur beliau bisa hadir langsung di Amurang untuk berbagi strategi dan menguatkan kapasitas literasi digital kita di Minsel,” kata Adolof.
FGD ini dijadwalkan dibuka oleh Bupati Minahasa Selatan dan turut mengundang jajaran Forkopimda, kepala perangkat daerah, tokoh masyarakat, serta puluhan jurnalis anggota PWI Minsel yang aktif melakukan peliputan di wilayah Minahasa Selatan.
(***/PWI Minsel)













