AMURANG, ObjekBerita.id – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) sukses menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) hari ini.
Mengusung tema “Mewujudkan Pers Sehat, Profesional, dan Beretika di Kabupaten Minahasa Selatan untuk Pembangunan Daerah yang Berkelanjutan“, kegiatan ini berlangsung sukses di Pendopo Rumah Dinas Bupati Minsel, pada Selasa (19/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung dinamis ini dihadiri langsung oleh Bupati Minsel Franky Donny Wongkar, SH, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), seperti Kapolres Minsel AKBP David C Babega, SIK, MH, Kajari Minsel Albertus R Santoso, SH, MH dan Ketua Pengadilan Negeri Amurang Beatrix Ma’i, SH, MH.
Juga, Sekretaris Daerah (Sekda) Minsel, Glady N. L. Kawatu, S.H., M.Si., serta dikawal langsung oleh Wakil Direktur I Satgas Anti Hoax PWI Pusat Mercy Charles Loho dan Ketua PWI Sulawesi Utara (Sulut) Sintya Bojoh, serta Ketua PWI Minsel Yens Watung, ST.
Dalam sambutannya, Bupati Minsel Franky Donny Wongkar, SH, memberikan apresiasi yang tinggi kepada PWI Minsel yang telah menginisiasi ruang dialog konstruktif ini.
Menurut Bupati, tema yang diangkat dalam FGD ini sangatlah relevan dengan kondisi dan tantangan dunia informasi dewasa ini.
“Peran pers yang profesional sangat dibutuhkan untuk menjadi sumber informasi yang terpercaya dan sekaligus mencerdaskan kehidupan bangsa termasuk masyarakat yang ada di Minahasa Selatan,” ucap Bupati Franky Wongkar.
Kehadiran unsur Forkopimda Minsel dan Sekda dalam kegiatan ini juga mempertegas bahwa seluruh elemen jajaran komando di Minahasa Selatan memiliki visi yang sama dalam mendukung iklim pers yang sehat dan kolaboratif.
FGD kali ini terasa sangat spesial dan berbobot dengan hadirnya Wakil Direktur I Satgas Anti Hoax PWI Pusat dan Ketua PWI Sulut.
Kehadiran para petinggi organisasi pers ini menjadi bukti nyata bahwa eksistensi dan pergerakan PWI Minsel mendapatkan perhatian sekaligus dukungan penuh dari tingkat pusat.
Dalam pemaparannya, pihak PWI Pusat dan PWI Sulut mengingatkan kembali pentingnya profesionalisme, independensi, dan ketaatan terhadap Kode Etik Jurnalistik (KEJ) di tengah derasnya arus informasi digital.
“PWI harus menjadi pilar/mitra dari Pemerintah Kabupaten Minsel dan Forkopimda dan kita (wartawan) punya UU Pers yang harus ditaati,” pesannya.
Diskusi yang mengalir interaktif ini melahirkan sejumlah kesepahaman bersama, terutama dalam hal keterbukaan informasi publik dan peningkatan kapasitas wartawan di Minsel.
Seluruh rangkaian acara ditutup dengan sesi foto bersama dan komitmen kuat untuk terus menjaga stabilitas, kondusifitas, serta kemajuan Kabupaten Minahasa Selatan lewat pemberitaan yang edukatif dan berimbang.
TamuraWatung









