AMURANG, ObjekBerita.id – Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) resmi memulai langkah strategis dalam menyusun peta jalan pembangunan masa depan.
Pada Selasa (20/1/2026), Bupati Franky Donny Wongkar, S.H. (FDW) secara resmi membuka Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun Anggaran 2027 di Kantor Bupati.
Pertemuan krusial ini bukan sekadar seremoni, melainkan amanat regulasi yang menjadi fondasi utama dalam melahirkan kebijakan pembangunan yang transparan, akuntabel, dan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
Dalam paparannya, Bupati FDW menegaskan bahwa tahun 2027 merupakan periode kunci sebagai tahun kedua pelaksanaan RPJMD 2025–2030.
Fokus kebijakan ke depan akan diarahkan pada tiga pilar utama: penguatan kualitas sumber daya manusia, transformasi pelayanan publik yang lebih prima, serta akselerasi ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan.
Dengan melibatkan berbagai elemen mulai dari akademisi, perbankan, hingga tokoh agama, pemerintah daerah ingin memastikan bahwa setiap rupiah yang dianggarkan nantinya memiliki dampak nyata bagi kemajuan daerah.
Dinamika pembangunan yang semakin kompleks menuntut adanya sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, provinsi, dan pusat.
Melalui forum ini, Bappelitbangda Minsel berupaya menjaring ide-ide cerdas dan masukan konstruktif dari para pemangku kepentingan untuk menyempurnakan rancangan awal RKPD.
Bupati menekankan pentingnya konsistensi antara perencanaan dan penganggaran agar seluruh program yang disusun tidak hanya bagus di atas kertas, tetapi juga terukur dan tepat sasaran saat diimplementasikan di lapangan.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran DPRD Minsel, Sekretaris Daerah, serta berbagai tokoh masyarakat dan pimpinan instansi vertikal.
Kehadiran lintas sektor ini menunjukkan semangat kolaborasi yang solid untuk membawa Minahasa Selatan menjadi kabupaten yang lebih maju.
Forum Konsultasi Publik ini diharapkan menjadi titik awal yang optimis bagi seluruh warga Minsel untuk bersama-sama mengawal visi pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan demi kesejahteraan generasi mendatang.
(***/TamuraWatung)








