Renungan Harian: Hikmat Dunia yang Dibatalkan Salib

Renungan191 Views

1 Korintus 1:20 (TB):

Di manakah orang yang berhikmat? Di manakah ahli Taurat? Di manakah pembicara dari dunia ini? Bukankah Allah telah membuat hikmat dunia ini menjadi kebodohan?

 

ObjekBerita.id – Dalam kehidupan ini, banyak orang mengejar hikmat dunia –pengetahuan, filsafat, dan teori manusia.

Tapi rasul Paulus mengajukan sebuah pertanyaan tajam kepada jemaat di Korintus dan juga bagi kita sekarang: “Dimanakah orang yang berhikmat?”

Artinya: Di hadapan salib Kristus, semua hikmat manusia menjadi tidak berarti.

 

1. Dunia Mengagungkan Hikmat, Tapi Gagal Mengenal Allah (1 Korintus 1:21)

Dunia mengandalkan logika dan akal budi untuk menjawab pertanyaan hidup.

Tapi hikmat dunia tidak mampu membawa manusia kepada keselamatan.

Hukum Taurat juga tidak mampu, justru, Allah memilih jalan yang dianggap bodoh, yaitu salib, untuk menyelamatkan yang percaya.

Aplikasi:

Jangan hanya bergantung pada kepandaian atau pendidikan tinggi, sebab keselamatan tidak datang dari kepandaian, tetapi dari iman kepada Kristus.

 

2. Allah Membalikkan Standar Dunia

Allah sengaja membuat hikmat dunia menjadi kebodohan, untuk menunjukkan bahwa keselamatan adalah anugerah, bukan hasil usaha manusia.

Contoh: Banyak orang pintar secara akademis, tapi tidak mengenal Tuhan.

Sebaliknya, orang sederhana yang percaya kepada Yesus menerima hikmat sejati dari Allah.

 

3. Salib Menjadi Pusat Hikmat Sejati

Salib Kristus adalah simpul paradoks: tampak bodoh di mata orang dunia, tapi justru di situlah kuasa dan hikmat Allah dinyatakan.

Melalui salib, Allah membuktikan bahwa cara-Nya jauh lebih tinggi dari cara manusia.

Refleksi:

Apakah hidup kita berpusat pada salib Kristus? Atau kita masih mengandalkan kekuatan dan logika dunia?

Silakan jawab masing².

 

Mari kita renungkan: Apakah kita sedang mencari kebijaksanaan duniawi, atau kita sedang hidup dalam hikmat dari Allah melalui salib Kristus?

Tuhan memanggil kita bukan untuk menjadi bijak menurut dunia, tapi untuk menjadi bijak dalam Kristus, Tuhan dan Juruselamat itu.

 

Mari berdoa:

Tuhan, jauhkan kami dari kesombongan hikmat dunia. 

Ajar kami untuk hidup dlm hikmat-Mu yg sejati, yang dimulai dari salib.

Amin

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *