Renungan Harian: Hidup Saling Menanggung Beban Demi Utuhnya Persekutuan

Renungan205 Views

Roma 15:1-2

(1) Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri.

(2) Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya.

 

ObjekBerita.id – Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus, Ciri persekutuan orang percaya adalah hidup dalam kebersamaan.

Namun demikian membangun kebersamaan dalam persekutuan bukanlah hal yang mudah.

Diperlukan orang-orang yang berbesar hati terhadap perbedaan dan kepelbagaian serta diperlukan juga orang-orang yang mau berkorban untuk kepentingan bersama.

Kesediaan kita untuk menerima orang lain dan menolong mereka yang membutuhkan adalah sebuah kewajiban dan tuntutan untuk terciptanya persekutuan yang utuh.

 

Firman Tuhan Allah hari ini menyapa kita dengan perkataan, “Kita yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri”.

Paulus mengingatkan jemaat agar saling memperhatikan dan menerima satu dengan yang lain dengan jalan “Yang Kuat” harus ikut menanggung beban orang “Yang tidak kuat”.

Rupanya dalam jemaat ini, orang Kristen asal Yahudi disebut “yang lemah” karena hidup mereka masih terikat dengan peraturan-peraturan Yahudi.

Sehingga mereka tidak “bebas” dibandingkan dengan orang bukan Yahudi yang tidak terikat pada aturan-aturan lama.

Orang bukan Yahudi disebut lebih kuat atau dalam konteks ini dapat dikatakan sebagai orang yang lebih dewasa.

 

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus, Paulus mengingatkan agar “Yang Kuat” itu dapat menerima “Yang Lemah” dan mereka diingatkan agar, “mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya”.

Maksud Paulus adalah yang kuat dapat memberikan ketenangan dan ketenteraman ketika orang kristen Yahudi itu ada dalam persekutuan jemaat.

Yang kuat seharusnya menghadirkan ketenangan dan kedamaian agar yang lemah tidak merasa disepelekan.

 

Firman Tuhan Allah juga mengingatkan kita, manakala ada bersama dengan orang lain, hidup yang saling menopang dan menolong antar sesama sekalipun berbeda kiranya menjadi ciri hidup orang percaya.

Di dalam Yesus Kristus, tidak ada yang merasa lebih kuat dan kemudian berhak menyepelekan mereka yang lemah.

Sebagai keluarga Kristen, kita diingatkan agar kehidupan yang saling membangun untuk persekutuan yang kuat kiranya mewarnai kehidupan kita sebagai keluarga dan jemaat.

Yesus Kristus kiranya memampukan kita.

Amin.

 

Doa: Ya Tuhan Allah, kami bersyukur untuk hidup yang Engkau anugerahkan. Kami ada bersama dengan orang lain dan hidup bersama dalam persekutuan orang percaya. Mampukan kami untuk hidup saling menolong dan menanggung beban orang lain demi terjaganya persekutuan yang kuat.

Amin.

Sumber: RHK GMIM

Redaksi