MINSEL, ObjekBerita.id – Suasana di Desa Sulu, Kecamatan Tatapaan Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) mendadak riuh dan penuh warna pada Sabtu pagi, 4 April 2026.
Menjelang perayaan Paskah yang tinggal menghitung hari, Panitia Hari Raya Gereja (PHRG) Jemaat GMIM Pniel Sulu resmi menggebrak dengan serangkaian kegiatan yang melibatkan seluruh elemen jemaat, mulai dari anak-anak Sekolah Minggu (ASM) hingga kaum lanjut usia (Lansia).
Sejak pukul 5 pagi, halaman gereja telah dipadati warga jemaat.
Kegiatan diawali dengan Doa Bersama dan dilanjutkan dengan jalan sehat dan senam.
Sesudah puji-pujian bergilir antar Kolom, Jemaat GMIM Pniel Sulu dilayani dengan makan dan minum pagi untuk mengganjal perut.
Namun, daya tarik utama hari ini datang dari sejumlah Lomba yang digelar dan melibatkan unsur Bapak, Ibu, Pemuda, Remaja dan Anak Sekolah Minggu (BIPRA) serta Lansia.
“Kami ingin Paskah tahun ini bukan sekadar seremoni, tapi menjadi momen mempererat tali persaudaraan antar-jemaat setelah kesibukan masing-masing,” ujar Pdt. Marlon Badar, S.Th, Ketua PHRG Jemaat GMIM Pniel Sulu di sela-sela kegiatan.
Pdt. Marlon menyatakan bahwa kegiatan pada 4 April ini merupakan “pemanasan” menuju puncak perayaan Paskah nanti.
Ia menambahkan bahwa fokus utama tahun ini adalah merefleksikan pengorbanan Kristus melalui tindakan nyata bagi sesama.
“Sabtu ini adalah bukti bahwa iman itu bekerja melalui kebersamaan. Kami berharap melalui kegiatan-kegiatan kecil ini, sukacita kebangkitan sudah mulai terasa di hati setiap anggota jemaat Pniel Sulu,” pungkasnya.
TamuraWatung







