AMURANG, ObjekBerita.id — Menimbun obat kadaluarsa atau membuang sisa obat-obatan secara sembarangan ke tempat sampah dan saluran air ternyata menyimpan bahaya besar bagi kesehatan serta lingkungan.
Hal ini ditegaskan oleh Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene, S.E., saat menggelar kegiatan Sosialisasi Edukasi Obat bersama Balai Besar POM (BBPOM).
Dalam kegiatan yang dihadiri para wartawan di Kabupaten Minahasa Selatan tersebut, Felly mengingatkan bahwa kebiasaan membuang obat sisa secara asal-asalan dapat disalahgunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk didaur ulang menjadi obat palsu, serta merusak ekosistem tanah dan air.
Untuk mencegah bahaya tersebut, Felly Runtuwene bersama tim BBPOM membagikan panduan praktis pengelolaan dan pembuangan obat rusak atau berlebih.
Felly menekankan bahwa peran masyarakat sangat krusial dalam menciptakan lingkungan yang sehat.
Pengawasan obat tidak hanya berhenti pada saat membeli, tetapi juga sampai pada tahap pembuangan akhirnya.
“Banyak warga yang berniat baik menyimpan sisa obat untuk penggunaan nanti, padahal obat yang sudah dibuka memiliki batas masa simpan yang singkat dan bisa berubah menjadi racun jika terkontaminasi,” ujar Felly.
Melalui sosialisasi ini, diharapkan masyarakat semakin bijak dalam mengelola obat-obatan di rumah tangga serta aktif memanfaatkan teknologi seperti aplikasi BPOM Mobile untuk memverifikasi legalitas produk sebelum dikonsumsi.

Sementara itu, Kepala BBPOM di Manado, Hermanto, S.Si., Apt., MPPM., menekankan pentingnya pemanfaatan inovasi layanan publik digital, khususnya Aplikasi KLIK (Komunikasi, Informasi, Edukasi, dan Pengaduan), sebagai sarana pendukung utama bagi masyarakat Minahasa Selatan.
“Selain memastikan obat yang dikonsumsi aman melalui cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, Kadaluarsa), masyarakat kini dapat memanfaatkan Aplikasi KLIK BBPOM Manado untuk mengakses informasi obat dan makanan yang terpercaya secara cepat, sekaligus melaporkan jika menemukan potensi bahaya produk ilegal maupun pelanggaran di lapangan,” ungkap Kepala BBPOM di Manado.
Ia menambahkan bahwa integrasi antara edukasi pembuangan obat yang benar dan pemanfaatan teknologi informasi seperti Aplikasi KLIK akan memperkuat benteng perlindungan masyarakat dari risiko kesehatan dan pencemaran lingkungan.
TamuraWatung












