Merajut Harmoni di Kauditan Maya Rumantir, Bicara Empat Pilar di Hadapan Ibu-Ibu KWI Al-Istiqomah Kauditan Satu

Daerah225 Views

Minut – Objekberita.id. Sore menjelang malam, suasana hangat menyelimuti pertemuan di Desa Kauditan Satu, Minahasa Utara, pada Minggu (14/12/2025). Di tengah komunitas ibu-ibu muslim yang tergabung dalam Kerukunan Wanita Islam (KWI) Al-Istiqomah Kauditan Satu, hadir sosok Senator Perempuan asal Sulawesi Utara, Dr. Maya Rumantir, M.A., Ph.D., untuk membawakan misi kebangsaan.

Meski datang dari latar belakang keyakinan yang berbeda, kehadiran Senator Maya Rumantir disambut dengan tangan terbuka. Pertemuan ini bukan sekadar agenda formal kenegaraan, melainkan simbol hidup dari toleransi yang menjadi napas masyarakat Sulawesi Utara.


Dalam paparannya tentang Empat Pilar sebagai Pengikat Perbedaan, Senator Maya Rumantir menekankan bahwa Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika adalah fondasi yang memungkinkan keberagaman di Indonesia tetap kokoh. Ia mengajak ibu-ibu KWI Al-Istiqomah untuk terus menjadi garda terdepan dalam menjaga kerukunan di tingkat keluarga dan desa. “Kegiatan ini menjadi bagian penting untuk memperluas pemahaman nilai-nilai kebangsaan hingga ke akar rumput,” ujar sang Senator dalam agenda yang juga merupakan bagian dari masa resesnya di Sulawesi Utara.

Ibu-ibu KWI Al-Istiqomah Kauditan Satu tampak antusias menyimak materi yang disampaikan. Bagi mereka, kehadiran tokoh perempuan tingkat nasional di desa mereka memberikan motivasi tersendiri. Kelompok ini dikenal aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan di Minahasa Utara, wilayah yang terus memupuk semangat moderasi beragama. Diskusi mengalir dengan santai namun bermakna. Tidak ada sekat meskipun pembicara dan audiens memiliki identitas agama yang berbeda. Hal ini membuktikan bahwa nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan bukan hanya teori, melainkan praktik nyata yang telah lama dijalankan oleh masyarakat Kauditan Satu.

Kegiatan sosialisasi ini dibuka dan ditutup dengan doa bersama, mempertegas pesan bahwa di bawah naungan NKRI, setiap warga negara—apapun agamanya—memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga persatuan bangsa.


Ibu Farida Mustafa, selaku Ketua Kerukunan Wanita Islam (KWI) Kauditan Satu, memberikan apresiasi yang sangat positif atas kehadiran Ibu Senator. Beliau memuji cara penyampaian materi yang dinilai sangat cair, bersahabat, dan penuh kegembiraan, sehingga suasana pertemuan terasa hangat dan tidak kaku.
Atas kesan mendalam tersebut, Ibu Farida mengungkapkan harapan besarnya agar Ibu Senator dapat kembali berkunjung dan bersilaturahmi dengan warga KWI Kauditan Satu di masa mendatang. (HenceKaramoy)