Manado, ObjekBerita.id – Sebuah kisah yang menghangatkan hati datang dari para nelayan di perairan Indonesia.
Baru-baru ini, sebuah video yang dibagikan di media sosial Facebook oleh akun menunjukkan momen langka, dimana seekor kura-kura yang seolah-olah ingin mengucapkan terima kasih kepada para penolongnya.
Kura-kura tersebut ditemukan dalam kondisi kritis, dengan lehernya terlilit kuat oleh tali rafia.
Beruntung, beberapa nelayan menemukannya dan segera bertindak untuk melepaskan lilitan tali yang membahayakan nyawanya.
Setelah berhasil dilepaskan, para nelayan mengira kura-kura itu akan segera berenang menjauh.
Namun, yang terjadi selanjutnya justru membuat mereka takjub.
Alih-alih langsung pergi, kura-kura itu malah kembali mendekati perahu nelayan, berputar-putar seakan ingin menyampaikan sesuatu.
Ekspresi dan gerakannya yang unik ini membuat banyak warganet terharu.
Banyak yang beranggapan, jika saja kura-kura itu bisa berbicara, ia pasti akan mengucapkan “terima kasih” kepada para pahlawannya.
Kisah ini menjadi pengingat yang kuat tentang ikatan tak terucapkan antara manusia dan alam.
Himbauan: Mari Jaga Laut Kita!
Kisah kura-kura yang terlilit tali rafia ini bukan sekadar cerita menarik, melainkan juga pengingat serius bagi kita semua.
Sampah plastik dan tali-temali yang dibuang sembarangan ke laut sangat membahayakan kehidupan biota laut.
Hewan-hewan seperti kura-kura, lumba-lumba, dan ikan-ikan lainnya bisa saja terluka, terjerat, atau bahkan mati akibat sampah yang kita buang.
Mari kita ambil peran dalam menjaga kelestarian laut.
Kita bisa mulai dengan hal-hal sederhana:
- Kurangi penggunaan plastik sekali pakai. Gunakan tas belanja kain, botol minum isi ulang, dan wadah makanan sendiri.
- Buanglah sampah pada tempatnya. Pastikan tidak ada sampah yang terbawa angin atau hanyut ke sungai dan akhirnya bermuara di laut.
- Ikut serta dalam kegiatan bersih-bersih pantai atau sungai jika ada kesempatan.
Setiap tindakan kecil dari kita sangat berarti untuk melindungi makhluk-makhluk laut yang indah ini.
Mereka tidak bisa berbicara, tapi dengan menjaga lingkungan mereka, kita sudah menunjukkan rasa terima kasih kita kepada alam.
Redaksi