BANTEN, ObjekBerita.id – Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) kembali menorehkan prestasi gemilang di panggung jurnalistik nasional.
Sekretaris PWI Sulut, Dr. Merson Simbolon, A.Md, SE, MBA, M.Si, resmi dianugerahi kartu pers nomor satu atau Press Card Number One (PCNO) pada puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang digelar di Banten, Senin (9/2/2026).
Penghargaan ini bukan sekadar kartu anggota biasa, melainkan apresiasi tertinggi setara Lifetime Achievement Award bagi wartawan yang memiliki kompetensi, integritas, dan dedikasi tanpa putus selama minimal 25 tahun.
Merson Simbolon, yang juga alumni PPRA LX Lemhannas RI, terpilih melalui seleksi ketat oleh PWI Pusat.
Tidak hanya aktif di lapangan sejak tahun 2000, Merson dinilai unggul karena mampu mengawinkan praktik jurnalistik dengan akademisi.
“Seorang wartawan tidak bekerja untuk mengejar penghargaan, namun PCNO ini adalah bukti profesionalisme dan integritas yang harus dijaga. Semoga ini menjadi inspirasi bagi rekan-rekan jurnalis muda,” ujar Merson yang juga merupakan Asesor Lembaga Uji PWI.
Untuk diketahui, tahun ini, PWI Pusat menerapkan kriteria yang jauh lebih selektif.
Penerima harus membuktikan kontribusi nyata dalam membela kemerdekaan pers, memajukan SDM pers, serta menjadi pelopor dalam genre jurnalistik tertentu.
Merson bersanding dengan 12 tokoh pers hebat lainnya dari seluruh Indonesia, di antaranya perwakilan dari Yogyakarta, Sumatera Utara, DKI Jakarta, hingga Jawa Tengah.
Berikut adalah tokoh-tokoh pers yang menerima penghargaan serupa pada tahun ini:
- Drs. Sihono, HT, M.Si. (Yogyakarta)
- Idris Pasaribu (Sumut)
- Media Sucahya (Banten)
- Saibansah Dardani (Kepri)
- H. Denny Risman, S.Sos. (Kepri)
- Dr. Merson Simbolon, SE., MBA. (Sulut)
- Zulmiron (Riau)
- Setiawan Hendra Kelana (Jateng)
- Ahmad Ris Edianto (Jateng)
- Agus Toto Widiyatmoko (Jateng)
- Wisnu Setiadji (Jateng)
- Bagus Sudarmanto (DKI)
- Drs. H. Johny Handjojo (DKI)
Penghargaan ini menegaskan bahwa dedikasi Merson Simbolon yang mengikuti jejak para senior pers Sulut seperti Andy Engka dan Spego Goni, kini telah diakui di level tertinggi persional nasional.
(***/TamuraWatung)







