MITRA, Objek Berita.id – Upaya penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan yang sedang melanda kawasan Hutan Lindung Gunung Soputan di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), terus diperkuat dengan kedatangan dukungan tambahan dari berbagai unsur dan instansi terkait pada Selasa 04/8.
Seluruh elemen bergerak beriringan, menyatukan kekuatan serta keahlian masing-masing untuk memastikan laju api dapat segera diredam dan tidak menyebar ke area yang lebih luas.
Keterlibatan penuh ditunjukkan dari jajaran TNI yang dikirimkan personel terlatih dari Korem 131 Santiago, Kodim 1302 Minahasa, maupun Koramil Tombatu untuk turun langsung di garis depan penanganan. Hal yang sama juga ditunjukkan oleh unsur Polri, meliputi Brimob Batalyon C Pelopor, Polres Minahasa yang turut menyalurkan bantuan 1 unit kendaraan AWC, Polres Minahasa Tenggara, beserta Polsek Touluaan yang terus menjaga ketertiban serta membantu kelancaran proses penanganan di lapangan.
Tak hanya itu, dukungan juga hadir dari tim penanggulangan bencana dan teknis lainnya, yaitu BPBD Provinsi Sulawesi Utara beserta BPBD Kabupaten Minahasa Tenggara, Tim Pemadam Kebakaran dari Kota Manado dan Kabupaten Minahasa Tenggara, Manggala Agni, hingga Polhut. Kehadiran tim-tim ini membawa peralatan penunjang yang dibutuhkan serta pengalaman khusus dalam menangani kebakaran di wilayah pegunungan dan kawasan hutan.
Seluruh pihak bekerja dengan sistem terpadu, saling berkoordinasi dalam setiap langkah yang diambil, melengkapi kekurangan satu sama lain, dan mengatur posisi pasukan agar jangkauan pengawasan serta pemadaman menjadi lebih merata. Semangat kebersamaan ini diharapkan dapat mempercepat meredam titik api sepenuhnya, demi menjaga kelestarian kawasan hutan lindung, keamanan sumber mata air, serta keselamatan dan kenyamanan masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah tersebut.
Terkait upaya bersama ini, Ipda Otni Kosegeran selaku juru bicara mewakili Polres Mitra menyampaikan:
“Kami pastikan seluruh kekuatan yang bersinergi ini bekerja teratur dan saling mendukung. Fokus utama kami adalah meredam api secepatnya, mencegah perluasan wilayah terbakar, serta menjaga keselamatan warga dan kelestarian alam Soputan.” ucap Otni Kosegeran.
(Liputan: Jimmy R)






