Renungan Harian: TEGURAN TUHAN

Renungan205 Views

Amsal 6:23

“Karena perintah itu pelita, dan ajaran itu cahaya, dan TEGURAN yang mendidik itu jalan kehidupan,”

 

ObjekBerita.id – Biasanya yang Tuhan lakukan sebagai bentuk cinta kepada umatNya adalah dengan : Ujian, Teguran, Hukuman.

Tujuannya agar kita bertobat dan berubah dan jadi makin berkenan kepada Tuhan, bersifat sementara.

Contoh Nabi Yunus, mungkin sebelumnya sudah alami ujian, teguran dan terakhir lewat dibuang dan masuk perut ikan.

ARTI TEGURAN

Tegur= disapa dengan tujuan menasihati, memperingatkan, berarti niat baik dengan tujuan agar kita bertobat, berubah. Teguran adalah kasih yang tersembunyi.

CARA TUHAN MENEGUR

1. Teguran Tuhan bisa lewat hati nurani

2. Teguran Tuhan bisa lewat keluarga (orang dekat) atau orang lain

3. Lewat pembacaan Firman setiap hari atau kotbah dalam ibadah.

4. (Ibr 12:6) Teguran Tuhan bisa juga menyakitkan, lewat kejadian, lewat masalah atau juga lewat alam (menyesah)

CONTOH TEGURAN TUHAN

Ada seorang nabi yang diutus Tuhan untuk menegur Yerobeam yang telah mendirikan mezbah berhala. (1 Raja 13:1-10).

Perkataan nabi itu PENUH KUASA dan disertai tanda ajaib sehingga Yerobeam bertobat.

Namun kemudian nabi itu tidak taat kepada Tuhan sehingga Tuhan menghukumnya.

Ia mati diterkam seekor singa. Karena tak ada lagi yang menegurnya, Yerobeam pun kembali menyembah berhala.

MENGAPA TUHAN MENEGUR ?

1. Penyembahan berhala itu kebencian bagi Tuhan.

2. Perhatikan bahwa waktu teguran/ penghukuman Tuhan adalah tanda kesabaran Tuhan. Janganlah permainkan kesabaran Tuhan! Tuhan menegur kita untuk berbalik dari dosa-dosa kita.

3. Ketidak-taatan terhadap Tuhan – sekecil apapun – bisa berakibat fatal, yaitu ‘kematian’ dalam keluarga dan pelayanan, sebab tidak ada kuasa Tuhan lagi di dalamnya.

4. Jangan menunggu ada hamba Tuhan yang menegur kita baru bertobat, tetapi segeralah bertobat ketika Roh Kudus berkata di hati nurani kita.

5. Ingat Pemberitaan tentang kebenaran yang bertujuan mempertobatkan orang lain selalu disertai kuasa Tuhan. Jangan keraskan hati.

6. Kalau mendapat teguran lewat Firman melalui hamba Tuhan, jangan melawan itu berarti melawan Tuhan, untuk itu Tuhan bela hambaNya.

PENUTUP

Agar teguran mendatangkan kehidupan bagi kita, harus memiliki respon seperti Daud ketika ditegur Nabi Natan, tidak bersikap reaktif, mengaku dosa, bertobat dan berbalik dari jalan yang salah (1 samuel 12:13-14).

Haleluya

HenceKaramoy